BLITARTIMES – Kabupaten Blitar akan melakukan penukaran wisatawan dengan Kabupaten Bantul pada Desember mendatang. Tak tangung-tanggung, akan ada 1.000 wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Blitar di bulan itu. Persiapan pun dilakukan oleh Disporbudpar Kabupaten Blitar. Salah satunya menunjuk Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar sebagai homestay wisatawan. Desa kemloko dipilih karena merupakan desa penyangga Candi Penataran.

Bertempat di Kantor Desa Kemloko, Badan Promosi Kabupaten Blitar menggelar sosialisasi tentang  homestay kepada Pemerintah Desa dan warga masyarakat Kemloko, Selasa (6/9/2016) sore. Agenda ini menghadirkan Eko Wihadi, Pembina Pokdarwis Puspa Jagad sebagai narasumber utama. Dalam presentasinya, Eko Wihadi memberikan penjelasan tentang apa itu homestay, fungsi homestay, dan bagaimana home yang cocok di Desa Kemloko bersama keramahan warga desa dengan suguhan makanan ala desa.    

“Homestay itu adalah penginapan bagi wisatawan, home stay di Desa Kemloko ini harus mempertahankan kearifan lokal,” jelas Eko Wihadi.Lanjut Eko Wihadi, yang bisa dijual dari Desa Kemloko adalah keramahan warga masyarakatnya, makanan desa dan sumber daya alam desa. Apabila potensi ini dikelola dengan maksimal, ia optimis akan banyak wisatawan yang betah berlama-lama di Desa Kemloko.

“Kultur dan makanan khas desa seperti ketela, dan cimplong mbothe harus tetap dipertahankan. Ini akan menjadi sajian yang menarik bagi wisatawan,” imbuhnya. Kepala Desa Kemloko, Mudhofir mengatakan desanya bersama kelompok kerja (Pokja) wisata akan berjuang terus untuk mewujudkan Kemloko menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Blitar. “Kami terus upayakan desa kami ini menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Blitar,” kata Mudhofir.Mudhofir menambahkan, Pemerintah Desa Kemloko  saat ini tengah mengembangkan Desa wisata yang berisi landscape alam dan out bound alam.

Daya tarik lain dari Desa Kemloko adalah wilayah ini penghasil ikan Koi terbesar di Kabupaten Blitar, penghasil gula merah dan memiliki Kesenian langka yaitu Reog Bulkio.(*)